Cinta dan Perkawinan
“Cinta dan Perkawinan”
Ada seorang siswa bertanya kepada seorang gurunya,"Apa itu cinta?", "dan guru itu pun menjawab" untuk menjawab pertanyaan Anda, pergilah ke ladang gandum dan carilah gandum yang paling besar dan kembalilah kesini.
Tetapi dengan syarat Anda hanya dapat pergi melewati ladang itu hanya sekali dan tidak bisa kembali untuk memilih ".
Mahasiswa pun pergi ke ladang, melalui baris pertama, ia melihat satu gandum besar, tapi ia bertanya-tanya .... mungkin ada yang lebih besar daripada ini. Lalu dibaris kedua ia melihat gandum yang lebih besar lagi ...
Ia ragu untuk memetiknya dan melewati gandum tersebut berharap dapat yang lebih besar lagi di baris belakang.
Kemudian, ketika ia selesai lebih dari setengah ladang gandum, ia mulai menyadari bahwa gandum yang ia temui sekarang tidak sebesar seperti sebelumnya ia melihat, ia tahu ia telah kehilangan yang terbesar, dan ia menyesal. Jadi, ia akhirnya kembali ke gurunya dengan tangan kosong.
Dan gurunya pun berkata kepadanya, "... inilah cinta ... Anda terus mencari yang lebih baik, tapi ketika kemudian ...tanpa anda sadari bahwa di depan anda lah sebenarnya yang terbaik itu tersedia..
Lalu mahasiswa itupun bertanya lagi "Apa itu perkawinan guru?" . Sang guru berkata, "untuk menjawab pertanyaan Anda, pergilah ke ladang jagung dan carilah jagung terbesar lalu kembalilah kesini.
Dengan syarat anda hanya dapat pergi melewati ladang itu hanya sekali dan tidak bisa kembali untuk memilih ".
Mahasiswa itu pun pergi ke ladang jagung, kali ini ia berhati-hati untuk tidak mengulangi kesalahan sebelumnya, ketika ia mencapai ditengah ladang, ia mengambil satu jagung yang diyakininya paling besar dan paling terbaik dari semuanya dan kembali ke gurunya.
Gurupun berkata kepadanya, "Kali ini Anda membawa pulang sebuah jagung .... Anda mencari satu yang hanya bagus, dan Anda memiliki iman dan percaya ini adalah yang terbaik untuk Anda dapatkan .... Inilah pernikahan....
Terkadang kita selalu mencari yang terbaik di mata kita..bukan dimata TUHAN..TUHAN melihat kita dengan hati.. hendaklah kita melihat seseorang untuk hidup kita dengan hati pula bukan dengan mata...karena tanpa kita sadari kita mungkin melewati yang terbaik di depan kita hanya karena keyakinan iman kita yang kurang akan pilihan dari TUHAN...
TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA ...

Komentar
Posting Komentar